ASSALAMU'ALAIKUM



Hi All...Welcome to Nanda's Blog

Blog ini berisi tentang artikel-artikel yang aku ambil dari milist-milist, situs-situs tertentu dan potongan ceritaku di saat aku lagi ingin menuangkannya di online diary-ku ini. Semoga membawa hikmah bagi semua yang telah membacanya.


Just Ordinary Woman


   

<< December 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed


Friday, December 08, 2006
Sekedar mengingat kejadian 9 bulan yang lalu aja...

Hari ini tidak seperti biasanya, karna aku posting sampai 2 kali dalam sehari, hehehe…*rajin amat yak*
Bukan gitu sih, karna memang hari ini aku lagi teringat aja dengan apa yang terjadi di tanggal 8 Maret 2006 dulu.


Tanggal 8 Marett 2006, aku masih bekerja di sebuah perusahaan advertising “ www.lowe.co.id ”. Waktu itu aku lagi asik-asiknya bekerja, hari itu pun aku masih penuh dengan semangat karna malam sebelumnya aku ngobrol panjang lebar dengan Ayah, ibu dan adik-adikku lewat telepon.

  • Sekitar jam 9 pagi, aku dapat sms dari no HP ayahku yang isinya mengabarkan kalo beliau masuk angin dan ga bisa masuk kantor. Lalu aku balas supaya istirahat saja di rumah jangan beraktivitas dulu.
  • Jam 1-an siang, selepas makan siang, aku ditelpon sepupuku, mengabarkan kalo ayah masuk rumah sakit. Dia juga memintaku supaya mengusahakan aku bisa pulang. Tiba-tiba aku langsung panik, kuatir dan bingung dengan apa yang sedang terjadi pada ayahku hingga membuat blio masuk RS. Karna malam sebelumnya blio baik-baik saja, masuk angin adalah hal biasa yang blio sering rasakan ketika blio kecapekan. Kebetulan juga memang, ayah baru 1 malam ada di rumah karna sebelunnya 2 minggu tugas keluar kota. Aku langsung kontak adik-adikku, yang ternyata 2 adikku yang kecil masih di sekolah dan 2 yang besar masih di Jogja mengikuti kuliah.Begitu mereka dapat kabar, 2 adik besarku langsung menuju Magelang mencari RS dimana ayah berada. Ternyata pencarian waktu sangat sulit, karna 3 kali ayah pindah RS dikarenakan nggak ada kamar kosong.
  • Jam 3-an aku telepon Bulik “adik ayah” yang ada di Jogja, aku kabarkan kalo ayah di RS, aku minta tolong blio bantu ibu untuk ngurus macam-macamnya. Ketika aku tanya, aku harus pulang atau tidak, Bulik mengatakan supaya aku konsentrasi saja dengan kerjaan dan kuliah “yang waktu itu aku lagi skrispi”., biarkan smuanya yang nanganin Bulik, serahkan semuanya sama Bulik saja. OK, akhirnya aku terima saran itu, dan aku putuskan untuk tidak pulang malam itu. Tapi hatiku nggak tenang juga, aku tetep pengen pulang. Akhirnya aku pun berniat pulang naik kereta Taksaka jam 8.20 malamnya.
  • Jam 4 sore dapat telp kalo 2 adik-adiku yang besar sudah menemukan RS t4 ayah istirahat, mereka sudah berada di samping ayah, dan memintaku untuk mendo’akan supaya ayah lekas baikan.
  • Jam 5 sore aku keluar kantor, waktunya pulang. Langsung aku menuju terminal seperti hari biasanya. Tapi dengan hati yang sedikit kurang tenang.
  • Jam ½ 6 sore, aku dapet bis. Tak lama aku duduk, HP ku berbunyi, panggilan dari adikku terbesar. Mengabarkan ayah masih koma, dan memintaku pulang saja, ga masalah besok pagi baru sampai rumah. Kayanya karna ayah menanyakanku terus. (Padahal sebenernya tidak seperti itu, semua ditutupi, karna kenyataanya waktu itu ayah sudah sangat kritis dan dalam keadaan koma dari jam 9 pagi)
  • Jam ½ 7 aku sampai kost, langsung aku sholat maghrib dan beres-beres pakaian. Aku telpon temenku untuk minta antar ke stasiun
  • Jam 7 malam, di telpon Bulik supaya aku segera pulang, naik pesawat saja biar cepat. Tapi aku sudah cari-cari tiket tak dapat juga karna jam 7 malam adalah penerbangan terakhir. Daripada aku harus nunggu besok pagi, aku putuskan pulang malam itu juga naik kereta jam 8.20 mlm
  • Jam 7.45 aku jalan menuju Gambir. Dengan badan sedikit gemetar & lemas, pikiran ga karuan, tapi aku coba tenangkan hati dan diriku. Kebetulan ada orang yang sepanjang jalan menghiburku sehingga masih bisa membuatku tertawa dan sedikit riang
  • Jam 8 mlm sampe lah di Gambir. Mampir makan malam sebentar
  • Jam 8.20 mlm kereta melaju menuju Jogjakarta.
  • Jam ½ 9 mlm ku telpon adik, kalo aku sudah jalan menuju Jogja
  • Jam 9 mlm ditelpon Bulik untuk mengetahui posisiku.
    Suasana malam itu begitu tenang, smua orang rumah yang menghubungiku penuh tawa dan ceria, tak ada yang membuatku sedikit pun untuk curiga. Hatiku pun jadi tenang, tak ada pikiran-pikiran buruk sedikit pun. Sepanjang jalan aku hanya bisa berdo’a supaya ayahku lekas sembuh.
  • Jam 10 mlm, ada sms dr Om pihak ibu yang ngabariku kalo ayah di RS.
  • Jam 10.30 mlm sepupuku nelp menanyakan kabarku.
  • Jam 11 mlm aku telepon ke semua nomor adik-adikku tapi tak ada satupun yang mengangkat, HP ayahku pun juga ga ada yang angkat.
  • Jam 11-an lewat, ada seseorang yang mengangkat HP adikku, yang ternyata adalah Bulikku, beliau masih bisa ketawa ketiwi di telpon bersamaku.
  • Aku menanyakan adik2ku, ibuku, aku pengen bicara, tapi Bulik mengatakan kalo adik-adik sedang belajar untuk persaiapan ujian besok pagi, jadi ga usah diganggu. Alasannya kasian…
    OK, aku terima alasan2 itu tapi ada sedikit tanda tanya dalam kepalaku, tapi kucoba hilangkan saja. Ku beristighfar saja supaya aku bisa tenang di jalan..
    Sepanjang jalan, masih terus aku ditelpon sama Bulik utk mengetahui keberadaanku

    Tanggal 9 Maret 2006

  • Jam 2 pagi, aku telepon adikku yang paling besar, kami sempat ngobrol lama karna aku ingin tahu kondisi ayah waktu itu. Dia mengatakan kalo ayah sudah baikan, sudah mulai cerah dan bisa bicara, so Mba tenang saja, berdoa semoga selamat sampe rumah.
    Kami pun sempat ketawa ketiwi..
    Lega sekali rasanya hatiku saat itu, aku sudah dengar langsung dari adikku yang selama ini orang paling terbuka sama aku. Aku ga bicara sama ibu karna katanya ibu ada di kamar sama ayah dan ga usah diganggu2. OK, gpp..
  • Jam 5 pagi aku sampai St. Tugu
  • Jam 6 pagi sodaraku datang untuk menjemputku, padahal pada awalnya yang mau jemput adalah adik tapi kata sodaraku di rumah ga ada orang, semua di RS jadi Bulik meminta sodaraku itu untuk menjemputku.
    OK, ga masalah. Langsung kami melaju menuju Magelang dengan sepeda motornya. Sepanjang jalan, kurang lebih 30 45 menit, kami ngobrol, kebetulan lama tak ketemu, jadi obrolan kami pun asik dan seru, bisa tertawa-tawa juga.
    Wis deh..,pokoknya ga ada sautupun pikiran buruk dalam benak dan pikiranku.
  • Sekitar jam 7 pagi aku sampai rumah.
    Kurang lebih 200 m dari rumah, sodaraku berpesan kepadaku supaya aku kuat, sabar dan yang tegar. Aku pun mengiyakan, aku gapapa, baik-baik saja.
    Begitu mau masuk halaman rumah, dari jauh aku sedikit bingung, kenapa di depan rumahku banyak orang, kenapa penuh dengan kursi dan tenda-tenda.
    Mendadak aku pingsan, terjatuh dari sepeda motor yang masih melaju tapi pelan-pelan.
    Diangkatlah aku ke dalam rumah, begitu banyak orang di sekelilingku. Badanku lemas tak bisa bicara apa-apa, seperti orang terbisu. Kupeluk semua adik-adikku…
    Sekitar 30 menit-an aku merasakan betul-betul kehilangan daya. Serasa tak sanggup apa-apa dan tak percaya dengan apa yang telah terjadi.
    “Ternyata semua orang menutupi kejadian yang sebenarnya, demi menjaga perasaan dan keselamatanku. Jadi jam 7 malam ketika Bulikku memintaku pulang dengan pesawat, saat itulah Ayah menghembuskan nafas terakhirnya" Mereka begitu bisa menutupi semuanya dihadapanku
    Saat aku melihat adik-adikku yang sudah kuat, sudah tak ada satupun yang menitikkan air mata, rasanya aku bangkit lagi, dan harus bisa lebih kuat.
    Dituntunlah aku sama ke-4 adikku menuju kamar mandi, berwudhlu, lalu sholat jenazah. Kemudian ber-5 kami berdo’a di depan jenazah Ayah.
    Ayah sudah tebungkus rapi, akupun tak diizinkan untuk membukanya, cukup aku peluk dan cium saja.
    Setelah 1 jam kami duduk di samping ayah, aku temuin ibu yang terbaring lemah di kamar. Tak kuasa aku melihatnya saat itu. Begitu lemah tak bisa apa-apa…
    Kutinggalkan beliau dikamar bersama kakak-kakaknya.
    Lalu, aku dan ke-4 adikku duduk di depan untuk menemui para tamu untuk mewakili ibu
    Tamunya begitu banyak, ratusan orang memenuhi area sekitar rumah kami, sampai-sampai aku pun juga tak mengenali tamu-tamu itu.
    Halaman dan jalanan penuh dan padat, *Subhanallah… *

    Ya Allah, aku sungguh bahagia, Ayah telah pergi dengan tenang dan semoga Khusnul Khatimah.
    Ibu dan Adik-adikku begitu tegar dan kuat, smua sudah bisa mengihklaskan apa yang telah terjadi.
    Sudah tak ada lagi air mata....
    Karna itu aku sungguh bahagia..

Posted at 02:50 pm by Nanda
Comments (2)  

Ibu-ibu yang kuanggap seperti ibuku sendiri

        Ibu..., kadang hatiku terasa bergetar ketika mendengar kata itu. Hal ini mungkin disebabkan karna betapa dekatnya hatiku dengan hatinya. Dialah orang yang melahirkanku, yang merawat dan membesarkanku hingga seperti sekarang ini.
Saat ini aku ada di rantau, di kota orang yang lumayan jauh dari kampung halamanku.
Ibu dan saudara-saudaraku pun tinggal di kampung. Namun hampir setiap hari aku berkomunikasi dengannya meskipun hanya lewat telepon.
Perasaan sedih, kangen, rindu, itu sangat sering aku rasakan. Ingin rasanya kuselalu ada disampingnya. Tapi kan ternyata nggak bisa seperti, karna aku harus bekerja demi beliau dan mereka "saudara2ku".
Pertama kali aku datang ke kota ini "Jakarta", aku nggak tau apa-apa, nggak kenal sapa-sapa. Orang yang petama kali membantuku untuk masuk kota ini dan akhirya aku bisa bertahan disini adalah seseorang yang sudah kuanggap seperti kakakku sendiri, yaitu Mba Sya Sya. Dialah yang dulu jemput aku di stasiun, ngasih tumpangan untuk tidur "yang saat itu masih kost di Kampung Bali", trus jadi temen kesana kemari, yang akhirnya akupun dapat kamar satu kost bersama dia.
        Sekitar 1 bulan aku di Jakarta, ada salah satu saudara dari pihak ibu (secara hubungan darah aku memanggilnya Eyang) yang mengetahui kalo aku berada di Jakarta, yang akhirnya mereka melarangku untuk kost dan memintaku untuk tinggal bersamanya. Setelah aku timbang-timbang dan juga atas permintaan Ayah (almarhum), akhirnya aku pindah ke Billymoon untuk tinggal bersama mereka. Waktu itu alasan kenapa aku mau pindah, karna aku selalu merasa kesepian di kost setiap hari libur tiba. Maklumlah.., kan baru di Jakarta, belum kenal banyak teman, belum tau jalan, jadi ya gitu...:)
Kurang lebih 1 tahun aku tinggal di rumah itu bersama mereka, Eyang kakungku, Eyang putri sama 2 orang anaknya. Mereka sudah kuanggap seperti keluargaku sendiri. Kuanggap Eyangku seperti orang tuaku sendiri. Mereka sangat perhatian dan begitu menyayangiku. bahkan tak pernah ada perbedaan dalam memperlakukanku dan memperlakukan putra putrinya. Eyang putri sudah seperti ibuku sendiri. Meskipun aku menyebutnya Eyang, tapi secara umur beliau juga masih seumuran dengan ibu kandungku. Usia putrinya juga tidak terpaut jauh dari usiaku, jadi beliau sangat paham bagaimana harus memperlakukanku.
Beliau pun mengerti apa yang aku suka, apa yang kurang aku suka, mulai dari makanan2 favoritku, kebiasaan dan hobiku, sampai model baju dan asesoris2 wanita apa yang aku sukai. Kita sama-sama hobi bereksperimen di dapur, jadi karna itulah kami juga klop :).
        Sejak aku kuliah lagi, akhirnya aku pisah dengan mereka, aku kembali jadi anak kost seperti dulu lagi. Namun, seminggu sekali aku selalu menelponnya dan hampir 2 minggu sekali aku pulang ke rumah itu. Beliau pun selalu marah ketika aku kelamaan tidak menghubunginya. Beliau selalu bilang kehilangan anak kalo aku tak nongol, hihihi...
        Adalagi seorang ibu yang begitu ramah, baik, perhatian seperti ibuku dalam meperlakukanku selama ini. Bu Ely namanya..
Bu Ely adalah tetanggaku di Pelitur Raya, komplek perumahan dimana kantorku berdomisili. Bu Ely dianggap sebagai sesepuh untuk kami. Beliaulah yang dulu pertama kali mendatangi kita ketika kita baru saja pindahan. Hingga saat ini, ketika kami ada masalah mengenai urusan rumah / kantor kami, ke ibu itulah kami meminta saran dan pendapat.
Beliau punya 2 putri yang usianya ga jauh dari usiaku. Mereka menyebutku kakak, karna memang usiaku lebih tua dari mereka. Mereka juga suka menghampiriku di kantor ketika butuh bantuan ataupun hanya sekedar mencari temen sharing.
Ketika aku jalan menuju dan meninggalkan kantor, si ibu selalu memanggil2ku, menanyakan kabarku hari itu dan berpesan supaya aku selalu hati2 dan jaga kesehatanku.
Makanan pun sering beliau antarkan untukku dan juga untuk temen2ku..
Aku jadi merasa kalo beliau sungguh sangat memprhatikanku.. :)
        Belum lama aku kenal mereka.., mungkin baru 1 1/2 bulan aku mengenal Bu Ely, tapi aku merasa begitu akrab dan dekat dengannya.
Ketika aku ketemu dan bincang2 dengan ibu itu, aku pun merasa seperti lagi bertemu dan ngobrol dengan ibu kandungku sendiri. Jadi..,meskipun jauh, aku tak bisa melihat dan bertemu dengan ibu, tapi rasa rindu yang kadang aku rasakan masih bisa sedikit terobati melalui orang-orang itu.
Bahagia dan senang rasanya..., ketika kita bisa bertemu dengan orang-orang yang begitu baik, sayang dan perhatian kepada kita. Iya kan..?

Posted at 12:42 pm by Nanda
Make a comment  

Tuesday, October 03, 2006
Alhamdulillah wa syukurillah

Alhamdulillah…,aku ucapkan rasa syukurku atas sebuah karunia yang telah Allah berikan untukku. Akhirnya…., masa perjuangan selesai sudah. Dua tahun aku jalani dengan penuh perjuangan dan kerja keras. Selama 2 tahun aku belajar gimana memanage waktuku untuk bekerja, belajar, bermain dan lain sebagainya. Hampir setiap hari rutinitasku aku jalani gitu-gitu saja, dari pagi sampe sore aku harus bekerja, usai kerja aku harus kuliah sampe malam, sabtu minggu kadangkala ga bisa main kesana kemari hanya karna tugas-tugas kuliahku. Pokoknya lumayan seru lah, tapi akhirnya rasa lega dan kepuasan batin pun aku dapatkan. Hari Jum’at tanggal 29 September 2006, aku telah dinyatakan lulus. Ya Allah Ya Tuhan, terima kasih atas semuanya, akhirnya aku bisa menyelesaikan studyku dengan baik, meskipun banyak sekali gangguan, godaan dan rintangan yang sempat membuatku sedikit tak karuan, tapi aku bahagia karna ternyata aku bisa berjalan sampai pada garis finish. J

Masa pengerjaan tugas akhir adalah masa yang lumayan berat aku jalani, karna aku harus melawan rasa malasku yang terus-terusan datang menghampiriku, belum lagi waktu itu ketambahan rasa duka yang terus menerus menjangkitiku, bahkan sempat membuatku sedikit down, tapi tak lama dari itu aku bisa bangkit lagi demi suatu harapan, cita, dan cintaku.

        Tentunya semua itu bisa tercapai tanpa lepas dari bantuan dan keterlibatan orang lain di dalamnya. Khusus untuk adik2ku tersayang, terima kasih ya, kalian selalu menjadi penyemangat paling besar untukku, dengan keberadaan kalianlah yang selalu membuatku lebih termotivasi. Dan untuk Ibu tercinta, terima kasih atas segala do’a yang engkau berikan kepada anakmu ini. Dan buat alm. Ayah tercinta, makasih atas semua warisan yang telah engkau tinggalkan  buat anakmu ini, pesan dan nasehat-nasehat darimu kan selalu aku pegang dan kan terus aku jalankan. Engkaulah yang selalu mengajariku untuk selalu berikhtiar dan bekerja keras. Buat Mba Syasya “kakak & sekaligus teman terbaikku”, makasih yang tak terhingga atas segala bantuan dan dukungannya selama ini, dirimulah yang selalu setia dan sedia setiap saat ketika aku membutuhkan segala bantuan apapun. Buat Sinta, temen seperjuanganku dari dulu sejak di Bandung hingga sekarang meski kita terpisah jarak, namun kita masih selalu saling support yang akhirnya kita pun bisa menyelesaikan study bersama-sama lagi. Dan tak lupa buat seseorang, aku ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas segala pencerahan dan inspirasi-inspirasinya yang selama ini selalu engkau berikan kepadaku.Dan buat semua teman-teman dan sodaraku, makasih ya atas support dan segala bantuannya.

        Satu tahap telah usai aku lewati, kuberharap smoga ini akan menjadi suatu langkah baru lagi untukku dalam menjalani kehidupan selanjutnya. Ya Allah, semoga Engkau memberikan segala kemudahan untukku supaya aku bisa mewujudkan semua harapan keluargaku. Amin....

Posted at 01:06 pm by Nanda
Comments (3)  

Tuesday, September 12, 2006
Bohong Demi Kebaikan

Mau berbagi nih..., terutama buat kalian-kalian para wanita, tapi yang lain juga boleh baca kok :). Sebenernya sih ini adalah pengalaman pribadiku, ceritanya cukup lucu tapi ada sisi baik yang bisa aku ambil. Tempo hari, aku kan bertandang ke rumah temen di daerah Tanjung Priok, daerah ini cukup asing buatku karna jarang sekali aku jalan sampe ke daerah itu. Nah, waktu itu aku bertandang sampe malam, jam 7 malam aku baru bisa pamitan, habisnya kita keasikan ngoprek program sih, padahal dah dari pagi loh...

Karna memang aku ga punya kendaraan, ya seperti biasa aku naik angkutan umum "metromini" , rada serem juga sih soalnya daerahnya sepi dan dah malem juga, trus di angkutan itu juga penumpangnya dikit, hampir smua cowok. Tiba-tiba, ada laki-laki setengah baya langsung duduk disampingku, tuh orang masih berseragam, kayaknya sih baru pulang kerja gitu. Begitu dia duduk, tiba-tiba kok langsung mengajakku ngobrol, ya jelas lah aku langsung pasang muka jaim, cuek, dan ga mau bertatap muka dengannya meski dia mengajakku bicara, aku hanya menjawab smua pertanyaan dia sekedarnya saja, smua itu aku lakukan untuk jaga diri aja. Bukannya kita berprasangka buruk sama orang sih, tapi kan untuk waspada saja, kita kan wanita, dan tau sendiri bahwa di angkutan umum tuh suka banyak orang yang mau berbuat jahat. So.., WASPADA aja.

Si laki-laki itu ternyata banyak omong juga, nanya-nanya aku darimana, trus kuliah dimana "memangnya aku kayak anak kuliahan ya? :D", mo pulang kemana, di Jakarta tinggal sama sapa. Hmmm…,seabrek pertanyaan dia lontarkan kepadaku, dan smua itu pun aku jawab baik2 meski ada rasa takut. Mungkin dia juga ngerasa kali kalo aku kok jutek gitu "padahal kan kalo jutek tuh, bukan aku banget J ". Nah dia nanya2, aku tinggal dimana, sama sapa, dll gitu….mulai deh aku bohong dikit *hihihi*, kayak gini nih sebagian perbincangan kami

Laki-laki itu  Dari mana mba? Pulang kuliah ya? Udah bayar belum?

               Ini pake uang ini aja.

Aku            Makasih Pak, saya sudah bayar. Saya dari rumah

               temen.

Laki-laki itu  Turun dimana mba?

Aku            Galur

Laki-laki itu  Masih jauh dong ya..?

Aku            Ya.., lumayanlah Pak.

Laki-laki itu  jangan panggil Pak dong. *idih…..*

Aku            *udah mulai ga enak ati, pengen cepet2 turun dari

               tuh angkutan*

Laki-laki itu  Asli mana mba? Jakarta ya? Disini tinggal sama 

               keluarga?

Aku            Bukan Pak, saya dari Ja-Teng kok, disini tinggal

               sama suami *hihihihi.,maaf ya bohong, ini demi jaga
               diri kok*

Laki-laki itu  Oh gitu..? Trus sudah punya buah hati belum? Udah

               berapa lama menikah?

Aku            Oh, belum, kami sudah hampir 2 tahun menikah

               *maaf..,bohong lagi*

Bla..bla..bla…..

Itulah potongan pembicaraanku sama dia, aku lakukan itu karna aku merasa udah ada gelagat-gelagat dia yang ga enak gitu sih, n aku tuh paling risih juga kalo di angkutan umum ada orang yang sok akrab gitu, habis gimana ya, dulu dah berkali2 kejadian ga bener sih, n awalnya selalu kayak gitu.

Setelah aku bilang kalo aku sudah bersuami, dia langsung menjaga omongannya *bener kan dugaanku*. Malah dia nanya2 soal bisnis berbisnis, dan ujung2nya aku sempat mempromosikan produk andalan dari kantor dimana aku bekerja *hihihihi*, lha ternyata tuh orang nggak gaptek juga tuh, ternyata dia ngerti tentang teknologi, komputer, mesin, dan tetarik dengan bidang yang aku geluti sekarang ini.

Dan yang paling lucu, setelah kita ngobrol kok ternyata nyambung, dan karna dia juga tertarik dengan Bisnisnya Daun Biru *tempat dimana aku bekerja*, pas dia minta no telp ku , malah aku kasih kartu nama saja deh, biar sekalian kalo memang suatu saat ada job kan lumayan tuh *hihihihi* . Sekali lagi..,maaf ya Pak kalo awalnya saya bohong, soalnya itu demi kebaikan saya, bukan bermaksud saya berprasangka buruk sama Bapak :D.

Akhirnya, orang itu pun turun lebih dulu daripada aku. Sepanjang jalan di angkutan itu, aku hanya bisa senyum2 sendiri, habis lucu banget sih..,kok bisa gitu lho?

Nah..,dari sini aku bisa narik suatu kesimpulan bahwa :

  1. Berbohong demi kebaikan itu penting, demi jaga keselamatan kita, maklum, kita kan wanita.
  2. Dimana pun dan kapan pun harus tetep waspada, apalagi di angkutan umum. Kalo kita ketemu orang baik sih ga masalah, tapi masalanya kalo ternyata orang yang kita temui itu adalah bukan orang baik-baik.
  3. Jangan mudah berprasangka buruk sama orang ya?
  4. Ternyata penampilan itu kadang suka menipu.

Posted at 05:46 pm by Nanda
Comment (1)  

Thursday, August 24, 2006
Liburan Hari Kemerdekaan

Bulan ini liburan cukup panjang,kayak musim lebaran ya?
Bayangin aja deh, 6 hari waktuku kuhabiskan bersama keluarga di kampung halaman.

Liburan hari I "Hari Kamis, 17 Agt '06"
Sampe stasiun Tugu sekitar jam 6 pagi, si adik dah jemput, langsung deh ngacir naik sepeda motor menuju Magelang, di jalan sempet mampir ke toko kue buat beli oleh2.
Begitu sampe rumah, langsung nemuin Ibu dan smua keluarga yang ada di rumah, abis itu langsung sarapan, trus dll...,tiduran bentar karna di kreta semalaman ga bisa tidur karna saking ramenya.
Jam 1 an pergi ke Jogja, pulang2 ternyata udah jam 9 malam, ck..ck..ck..
Liburan hari II "Hari Jum'at, 18 Agt '06"
Pagi2 beres2 rumah, jam 10 pergi, niatnya mo ngurusin asuransi alm.Bapak tapi ternyata waktunya ga cukup karna jam 12 udah harus kondangan. Yah...,akhirnya keluar cuma ambil KTP sama maem bakso, hihihi...
Nah..,begitu dah jam 12, siap2 deh mo kondangan, aku ma adik langsung cabut ditemenin si mio menuju rumah Bunda Mirza, trs pergi kondangan bareng2 with her family.
Ternyata hari itu tidak hanya kondangan aja lho..,karna kita juga ada kopdar sama temen2 milis Magelang, karna memang kebetulan yang menikah adalah salah satu member milis. Lumayan meriahlah, karna bisa ketemu temen2.
Selepas kondangan, mampir lagi ke rumah Bunda Mirza jemput si mio,dan ternyata ban-nya si mio bocor,terpaksa deh nambal dulu, dan untungnya ada Om Safi yang dengan senang hati mau nambalin ban-nya si mio, *makasih ya Om...*
Hari itu, sampe rumah jam 6, langsung deh sholat Maghrib, belom sempet ngapa2in, si Ibu sudah minta anter ke Jogja buat besuk tentangga di RS Sardjito. Jam 1/2 7, langsung deh brangkat dengan 2 motor menuju Jogja *hihihi...,cewek2 smua, malam2 ngacir naik motor pula*.
Padahal ya, jarak Rumahku ke Jogja tuh paling cepet ditempuh makan waktu 45 menit, itu kalo rada ngebut. Sepanjang jalan, ngerasain banget angin malam yang begitu dingin. Jam 9 malam, kami sudah sampe rumah lagi, soalnya memang ga kemana2 lagi selain ke RS,lagian dah malem, capek,pengen cepet2 tidur...*zzzzz*.
Liburan hari III "Hari Sabtu, 19 Agt '06"
Biasa lah...,kalo di rumah mah pagi2 mesti beres2 rumah, mulai dari beres2 kamar, nyapu halaman,nyiram tanaman dll lah...
Sekitar jam 10-an aku dapet sms kalo ternyata Bank BPD tuh hari Sabtu buka tapi cuman sampe jam 12 siang *haduh..,telat deh*. Wah,tanpa basa basi lagi, langsung deh aku neriakin adik supaya cepet siap2 trs kita melaju ke Magelang.
Jam 1/2 11 kita jalan, sampe BPD Magelang jam 1/2 12, begitu markirin si mio, Pak Satpam langsung menayap kami "Mba, kas nya dah tutup tuh, dari jam 1/2 11 tadi, ntar Selasa aja balik lagi". Waduh..,dengan muka kecewa, langsung deh sama si adik ninggalin tuh tempat parkir.
Ternyata kita salah info neh, apa gara2 mau ada karnaval yah,soalnya jalanan situ bentar lagi mo ditutup karna mo ada karnaval.
ya sudah deh..,akhirnya aku mampir ke Natasha,niatnya mo periksa wajah,tapi kok pasiennya banyak banget yang antri *mikir*.Akhirnya daftar aja dulu,tapi abis itu ditinggal soalnya dah disamperin Mas Ci ma Erik. Kita makan siang si Es Eny,abis itu jalan2 ke Pasar Rejowinangun buat nyari kado baby, trsu dilanjutin ke Karisma buat nyari mainan si Ilham alias keponakan,tapi ga nemu juga,akhirnya malah nemu di toko perkadoan gitu :D.
Setelah smua dapet, akhirnya berpisah deh sama Mas Ci....
Perjalanan menuju rumah, mampir dulu ke rumah Budhe buat belanja material kebutuhan renov rumah. Pas sampe rumah, tau2 jam 5 sore..., ada sms kalo mesti nengok baby sore itu juga. Langsung dah, bungkus kado, mandi, ganti baju, jalan lagi menuju rumah temen. Disana kami malah reuni SMA, hihihihi..
Ngobrol sana sini, jam 1/2 8 pulang, sebelum ke rumah, mampir dulu beli buku titipan di adik, sampe rumah jam 8 mlm, dan ternyata buku yang kubeli salah *halah....* dan terpaksa keluar lagi nyari buku lagi, begitu sampe toko buku udah tutup *huaaa..*, akhirnya malah beli kupat tahu, huehehehe...
Pulang deh....*capek*
Liburan hari IV "Hari Minggu, 20 Agt '06"
Hari Minggu aku ngapain yah...*inget2 dulu*
Oya, hampir seharian aku di rumah aja, tapi sore2 gitu nganter Ibu besuk sodara yang sakit, dan pulang2 sampe rumah udah jam 8 malem.
Jadi hari itu bener2 di rumah buat beres2 dan bebenah rumah,soalnya lagi berantakan banget, kebetulan juga si tukang2nya lagi libur, jadi bisa bebas bersih2...
Liburan hari V "Hari Senin, 20 Agt '06"
Di hari ini aku kedatangan teman terbaikku si Ulis, jam 9 pagi dia udah sampe rumahku ditemenin si Crypton nya. Pagi amat sih Lis.....
Wah, seneng deh, kita bisa ngobrol2 dan bertukar pikiran. Tak terasa obrolan kita sampe jam 1/2 5 sore. Si Ulis langsung pamit pulang, kita pun keluar bareng soalnya aku ma adik juga mo sekalian belanja alat2 listrik atas permintaan si Pak Tukang, hehehe..

Liburan hari VI "Hari Selasa, 21 Agt '06"
Pagi2 dah siap2 mo ke BPD lagi buat ngurusin rekening sama asuransi. Jam 9 aku ma adik jalan, jam 10 sampe Magelang Kota, langsung nyari parkir, masuk BPD nemuin CS nya, nyerahin syarat2 utk utk penutupan rekening sama dokumen asuransi. Eh..,ternyata surat kuasa yang aku bikin masih kurang, katanya mesti ada tabda tangan Lurah segala. Ya sudah deh, kami langsung pulang buat ngelengkapin smua itu. Jam 11 smua beres, kami langsung jalan lagi menuju Magelang, sampe bank pas jam 12, untung ga ada istirahat,coba kalo istirahat, bisa2 aku dongkol lagi deh.
Setelah urus sana urus sini, tepat jam 2 siang smuanya beres deh...,meski ntar aku mesti balik kesana lagi, tapi ntar ajalah kalo mudik bulan depan.
Alhamdulillah...,satu urusan selesai, hati ini rasanya plong deh. Tinggal ngurusin pensiun alm.Bapak dan urusan2 rumah lainnya.
Selama perjalanan pulang, kami mampir dulu di warung bakso buat makan siang,trus singgah tempat om buat sholat sama ngomongin banyak hal. Pulang2 sampe rumah udah jam 4 *haduh..*. Beres2 bentar, ngobrolin banyak hal n pesen2 dulu sama adik2 n Ibu, abis itu pamitan, cipika cipiki ma smuanya. Jam 1/2 6 langsung jalan menuju stasiun TUgu, ngebut abis deh soalnya kan kreta jalan jam 1/2 7. Begitu sampe Tugu,ternyata kreta dah siap mo jalan, aku ma adik langsung lari deh..,untung aja ga ketinggalan *alhamdulillah....*. Sampe2 sholat pun aku lakukan di kreta, hihihi...
Hmmm.....,ternyata liburanku penuh dengan ini itu ya...? N sekarang aku mesti kembali lagi ke Jakarta dan bertemu lagi dengan semua pekerjaan yang seminggu sudah aku tinggalkan. Mulai lagi deh...

 

 


Posted at 04:53 pm by Nanda
Comment (1)  

Thursday, August 10, 2006
Rindu Seseorang Yang Tak Boleh Dirindukan

Friend..,pernah ga sih kalian tuh merindukan seseorang yang sebenarnya sudah ga mungkin banget untuk dirindukan, apalagi buat ketemu. Rasanya kok sesak banget ya? Itu yang lagi aku rasain. Entah kenapa akhir-akhir ini aku tuh merindukan sekali seseorang yang sudah ga mungkin sekali aku temui, aku hanya bisa mengenangnya dan mengingat-ingat masa lalu ketika dia masih ada. Ingin sekali rasaku buat menemuinya, kuingin memeluknya, bersenda gurau bersamanya, berbincang-bincang tentang cita-cita dan harapan, pokoknya banyak sekali lah....
Ya Allah..,obatilah rinduku ini




Posted at 06:36 pm by Nanda
Comment (1)  

Tuesday, August 01, 2006
Wahai Perempuanku

Lihatlah langit begitu cerah, udaranya begitu segar, burung-burung pada beterbangan dan bernyanyi riang, matahari pun tersenyum manis menatap pagi ini. Bukankah kau sangat menyukai suasana itu? Suasana yang begitu indah dan menyenangkan. Tapi kenapa ada kabut di matamu? Bukankah seharusnya kabut itu tidak muncul di pagi ini?

Seandainya saja engkau memang membutuhkan teman berbagi, sinilah….datanglah kemari, ku kan menjadi teman berbagi suka dan dukamu, berikanku kepercayaan untuk itu.

Aku ingin melihatmu tersenyum kembali, aku ingin tawa dan candamu seperti dulu. Tersenyumlah…, berbagilah denganku, tumpahkan semua luka, kekecewaan dan kesedihanmu, agar semuanya segera berlalu.

Hidup memang tak selamanya indah, roda selalu berputar, hati selalu diputarbalikkan. Bukankah kamu masih mengingat-NYA? DIA Yang Maha Pengasih dan Penyayang? DIA yang selalu menemani dalam suka dukamu. Percayalah.., DIA tak akan pernah meninggalkanmu, DIA selalu disampingmu menemani memutarkan roda kehidupanmu.

Karena itu perempuanku, saat hatimu terluka, atau saat hidupmu terasa sempit, aku tahu kau mengerti bagaimana menghadapi luka, bagaimana cara menyikapi kesempitan, meski saat ini kau merasa terpuruk, merasa sendiri, merasa tak ada yang peduli, tak ingatkah kau? Bahwa DIA selalu bersamamu.

Ayolah perempuanku, saatnya kini untuk bangkit, untuk berjuang melawan kesempitan, saatnya kembali tersenyum ketika pagi tiba, saatnya kembali memulai hari dengan semangat. Biarkan luka itu menempa dirimu menjadi kuat, menjadi tegar dan menjadi tangguh
.



Posted at 06:23 pm by Nanda
Comments (2)  

Friday, July 21, 2006
Kebahagiaan

Kebahagiaan datang kepada mereka yang memberikan cintanya secara bebas, yang tidak meminta orang lain mencintai mereka terlebih dahulu. Bermurah hatilah seperti mentari yang memancarkan sinarnya tanpa terlebih dahulu bertanya apakah orang-orang patut menerima kehangatannya.

Posted at 05:57 pm by Nanda
Make a comment  

Wednesday, July 05, 2006
Today

I feel so bad..............................................
I don't know what I have to do.................
I need someone, but ................................


Posted at 04:56 pm by Nanda
Comments (2)  

Tuesday, June 27, 2006
Anugerah Terindah

Apa sih yang membuatku bahagia saat ini ?
Apa sih yang membuatku bisa bertahan hingga sekarang ini?
Itulah pertanyaan yang akhir-akhir ini berputar dalam benak dan pikiranku. Dengan pelan aku mencoba untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu.
Mungkin saat ini baru terasa kalo aku telah memiliki penyemangat hidup, yang selalu bisa membuatku  lebih kuat, semangat dan optimis dalam menghadapi segala tantangan kehidupan. Ketika aku ingat akan ayah (alm), ibu dan sodara-sodara kecilku, serta orang lain yang sangat aku cintai rasanya semangat untuk selalu maju, berkembang dan tetap bertahan itu semakin besar, yang mungkin tadinya sempat layu, namun dengan keberadaan mereka telah membuat sesuatu yang layu itu menjadi bersemi kembali.
Ya Allah..., terima kasih Engkau telah memberikanku "anugerah terindah" dalam hidupku saat ini. Kau karuniai aku sodara-sodara kecil yang begitu kuat, tegar dan penuh semangat, meskipun dalam keadaan yang sangat membutuhkan perjuangan dan kerja keras. Ada seorang ibu yang sangat lembut, penuh kasih sayang dan tetap selalu tegar dalam menghadapi segala masalah kehidupannya. Kau berikanku "seorang teman" yang begitu baik dan penuh karakter yang tak pernah hentinya selalu mengajarkan & mengarahkanku untuk menjadi wanita kuat dan berkembang. Dan Engkau juga ciptakan suatu lingkungan yang begitu kondusif untukku dilengkapi dengan begitu banyaknya sahabat dan sodara yang begitu menyayangiku.






Posted at 09:26 am by Nanda
Make a comment  

Next Page