|
Friday, December 08, 2006
Sekedar mengingat kejadian 9 bulan yang lalu aja...
Hari ini tidak seperti biasanya, karna aku posting sampai 2
kali dalam sehari, hehehe…*rajin amat yak* Bukan gitu sih, karna memang hari ini aku lagi teringat aja
dengan apa yang terjadi di tanggal 8 Maret 2006 dulu.
Tanggal 8 Marett 2006, aku masih bekerja di sebuah perusahaan
advertising “ www.lowe.co.id ”. Waktu itu
aku lagi asik-asiknya bekerja, hari itu pun aku masih penuh dengan semangat
karna malam sebelumnya aku ngobrol panjang lebar dengan Ayah, ibu dan
adik-adikku lewat telepon.
- Sekitar
jam 9 pagi, aku dapat sms dari no HP ayahku yang isinya mengabarkan kalo
beliau masuk angin dan ga bisa masuk kantor. Lalu aku balas supaya istirahat
saja di rumah jangan beraktivitas dulu.
- Jam
1-an siang, selepas makan siang, aku ditelpon sepupuku, mengabarkan kalo
ayah masuk rumah sakit. Dia juga memintaku supaya mengusahakan aku bisa
pulang. Tiba-tiba aku langsung panik,
kuatir dan bingung dengan apa yang sedang terjadi pada ayahku hingga membuat
blio masuk RS. Karna malam sebelumnya blio baik-baik saja, masuk angin adalah
hal biasa yang blio sering rasakan ketika blio kecapekan. Kebetulan juga
memang, ayah baru 1 malam ada di rumah karna sebelunnya 2 minggu tugas keluar
kota. Aku langsung kontak adik-adikku,
yang ternyata 2 adikku yang kecil masih di sekolah dan 2 yang besar masih di
Jogja mengikuti kuliah.Begitu mereka dapat kabar, 2 adik
besarku langsung menuju Magelang mencari RS dimana ayah berada. Ternyata
pencarian waktu sangat sulit, karna 3 kali ayah pindah RS dikarenakan nggak ada
kamar kosong.
- Jam
3-an aku telepon Bulik “adik ayah” yang ada di Jogja, aku kabarkan kalo
ayah di RS, aku minta tolong blio bantu ibu untuk ngurus macam-macamnya. Ketika aku tanya, aku harus pulang
atau tidak, Bulik mengatakan supaya aku konsentrasi saja dengan kerjaan dan
kuliah “yang waktu itu aku lagi skrispi”., biarkan smuanya yang nanganin Bulik,
serahkan semuanya sama Bulik saja. OK, akhirnya aku terima saran itu,
dan aku putuskan untuk tidak pulang malam itu. Tapi hatiku nggak tenang juga,
aku tetep pengen pulang. Akhirnya aku pun berniat pulang naik kereta Taksaka
jam 8.20 malamnya.
- Jam 4
sore dapat telp kalo 2 adik-adiku yang besar sudah menemukan RS t4 ayah
istirahat, mereka sudah berada di samping ayah, dan memintaku untuk
mendo’akan supaya ayah lekas baikan.
- Jam 5
sore aku keluar kantor, waktunya pulang. Langsung aku menuju terminal
seperti hari biasanya. Tapi dengan hati yang sedikit kurang tenang.
- Jam ½
6 sore, aku dapet bis. Tak lama aku duduk, HP ku berbunyi, panggilan dari
adikku terbesar. Mengabarkan ayah masih koma, dan memintaku pulang saja,
ga masalah besok pagi baru sampai rumah. Kayanya karna ayah menanyakanku
terus. (Padahal sebenernya tidak seperti
itu, semua ditutupi, karna kenyataanya waktu itu ayah sudah sangat kritis dan
dalam keadaan koma dari jam 9 pagi)
- Jam ½ 7 aku sampai kost, langsung aku sholat maghrib
dan beres-beres pakaian. Aku telpon temenku untuk minta antar ke stasiun
- Jam 7 malam, di telpon Bulik supaya aku segera pulang,
naik pesawat saja biar cepat. Tapi aku sudah cari-cari tiket tak dapat juga
karna jam 7 malam adalah penerbangan terakhir. Daripada aku harus nunggu besok
pagi, aku putuskan pulang malam itu juga naik kereta jam 8.20 mlm
- Jam 7.45 aku jalan menuju Gambir. Dengan badan sedikit
gemetar & lemas, pikiran ga karuan, tapi aku coba tenangkan hati dan
diriku. Kebetulan ada orang yang sepanjang jalan menghiburku sehingga masih
bisa membuatku tertawa dan sedikit riang
- Jam 8 mlm sampe lah di Gambir. Mampir makan malam
sebentar
- Jam 8.20 mlm kereta melaju menuju Jogjakarta.
- Jam ½ 9 mlm ku telpon adik, kalo aku sudah jalan menuju
Jogja
- Jam 9 mlm ditelpon Bulik untuk mengetahui posisiku.
Suasana malam itu begitu tenang,
smua orang rumah yang menghubungiku penuh tawa dan ceria, tak ada yang
membuatku sedikit pun untuk curiga. Hatiku pun jadi tenang, tak ada
pikiran-pikiran buruk sedikit pun. Sepanjang jalan aku hanya bisa berdo’a
supaya ayahku lekas sembuh. - Jam 10 mlm, ada sms dr Om pihak ibu yang ngabariku kalo
ayah di RS.
- Jam 10.30 mlm sepupuku nelp menanyakan kabarku.
- Jam 11 mlm aku telepon ke semua nomor adik-adikku tapi
tak ada satupun yang mengangkat, HP ayahku pun juga ga ada yang angkat.
- Jam 11-an lewat, ada seseorang yang mengangkat HP
adikku, yang ternyata adalah Bulikku, beliau masih bisa ketawa ketiwi di telpon
bersamaku.
Aku menanyakan adik2ku, ibuku, aku
pengen bicara, tapi Bulik mengatakan kalo adik-adik sedang belajar untuk
persaiapan ujian besok pagi, jadi ga usah diganggu. Alasannya kasian… OK, aku terima alasan2 itu tapi
ada sedikit tanda tanya dalam kepalaku, tapi kucoba hilangkan saja. Ku
beristighfar saja supaya aku bisa tenang di jalan.. Sepanjang jalan, masih terus aku
ditelpon sama Bulik utk mengetahui keberadaanku
Tanggal 9 Maret 2006
- Jam 2 pagi, aku telepon adikku yang paling besar, kami
sempat ngobrol lama karna aku ingin tahu kondisi ayah waktu itu. Dia mengatakan
kalo ayah sudah baikan, sudah mulai cerah dan bisa bicara, so Mba tenang saja,
berdoa semoga selamat sampe rumah.
Kami pun
sempat ketawa ketiwi.. Lega sekali
rasanya hatiku saat itu, aku sudah dengar langsung dari adikku yang selama ini
orang paling terbuka sama aku. Aku ga bicara sama ibu karna katanya ibu ada di
kamar sama ayah dan ga usah diganggu2. OK, gpp..
- Jam 5 pagi aku sampai St. Tugu
- Jam 6 pagi sodaraku datang untuk menjemputku,
padahal pada awalnya yang mau jemput
adalah adik tapi kata sodaraku di rumah ga ada orang, semua di RS jadi Bulik
meminta sodaraku itu untuk menjemputku.
OK, ga masalah. Langsung kami melaju menuju Magelang
dengan sepeda motornya. Sepanjang jalan, kurang lebih 30 45 menit, kami
ngobrol, kebetulan lama tak ketemu, jadi obrolan kami pun asik dan seru, bisa
tertawa-tawa juga. Wis deh..,pokoknya ga ada sautupun pikiran buruk
dalam benak dan pikiranku. - Sekitar jam 7 pagi aku sampai rumah.
Kurang lebih 200 m dari
rumah, sodaraku berpesan kepadaku supaya aku kuat, sabar dan yang tegar. Aku
pun mengiyakan, aku gapapa, baik-baik saja. Begitu mau masuk halaman rumah, dari jauh aku
sedikit bingung, kenapa di depan rumahku banyak orang, kenapa penuh dengan
kursi dan tenda-tenda. Mendadak aku pingsan, terjatuh
dari sepeda motor yang masih melaju tapi pelan-pelan. Diangkatlah aku ke dalam rumah,
begitu banyak orang di sekelilingku. Badanku lemas tak bisa bicara apa-apa,
seperti orang terbisu. Kupeluk semua adik-adikku… Sekitar 30 menit-an aku merasakan
betul-betul kehilangan daya. Serasa tak sanggup apa-apa dan tak percaya dengan
apa yang telah terjadi. “Ternyata semua orang menutupi kejadian yang sebenarnya,
demi menjaga perasaan dan keselamatanku. Jadi jam 7 malam ketika Bulikku
memintaku pulang dengan pesawat, saat itulah Ayah menghembuskan nafas
terakhirnya" Mereka begitu bisa menutupi semuanya dihadapanku Saat aku melihat adik-adikku yang
sudah kuat, sudah tak ada satupun yang menitikkan air mata, rasanya aku bangkit
lagi, dan harus bisa lebih kuat. Dituntunlah aku sama ke-4 adikku
menuju kamar mandi, berwudhlu, lalu sholat jenazah. Kemudian ber-5 kami berdo’a
di depan jenazah Ayah. Ayah sudah tebungkus rapi, akupun
tak diizinkan untuk membukanya, cukup aku peluk dan cium saja. Setelah 1 jam kami duduk di
samping ayah, aku temuin ibu yang terbaring lemah di kamar. Tak kuasa aku
melihatnya saat itu. Begitu lemah tak bisa apa-apa… Kutinggalkan beliau dikamar
bersama kakak-kakaknya. Lalu, aku dan ke-4 adikku duduk
di depan untuk menemui para tamu untuk mewakili ibu Tamunya begitu banyak,
ratusan orang memenuhi area sekitar rumah kami, sampai-sampai aku pun juga tak mengenali tamu-tamu itu. Halaman dan jalanan penuh dan padat, *Subhanallah… *
Ya Allah, aku sungguh bahagia,
Ayah telah pergi dengan tenang dan semoga Khusnul Khatimah. Ibu dan Adik-adikku begitu tegar
dan kuat, smua sudah bisa mengihklaskan apa yang telah terjadi. Sudah tak ada lagi air mata.... Karna itu aku sungguh bahagia..
Posted at 02:50 pm by Nanda
Permalink
Ibu-ibu yang kuanggap seperti ibuku sendiri
Ibu...,
kadang hatiku terasa bergetar ketika mendengar kata itu. Hal ini
mungkin disebabkan karna betapa dekatnya hatiku dengan hatinya. Dialah
orang yang melahirkanku, yang merawat dan membesarkanku hingga seperti
sekarang ini. Saat ini aku ada di rantau, di kota orang yang lumayan jauh dari kampung halamanku. Ibu
dan saudara-saudaraku pun tinggal di kampung. Namun hampir setiap hari
aku berkomunikasi dengannya meskipun hanya lewat telepon. Perasaan
sedih, kangen, rindu, itu sangat sering aku rasakan. Ingin rasanya
kuselalu ada disampingnya. Tapi kan ternyata nggak bisa seperti, karna
aku harus bekerja demi beliau dan mereka "saudara2ku". Pertama kali
aku datang ke kota ini "Jakarta", aku nggak tau apa-apa, nggak kenal
sapa-sapa. Orang yang petama kali membantuku untuk masuk kota ini dan
akhirya aku bisa bertahan disini adalah seseorang yang sudah kuanggap
seperti kakakku sendiri, yaitu Mba Sya Sya. Dialah yang dulu jemput aku
di stasiun, ngasih tumpangan untuk tidur "yang saat itu masih kost di
Kampung Bali", trus jadi temen kesana kemari, yang akhirnya akupun
dapat kamar satu kost bersama dia. Sekitar 1 bulan aku di
Jakarta, ada salah satu saudara dari pihak ibu (secara hubungan darah
aku memanggilnya Eyang) yang mengetahui kalo aku berada di Jakarta,
yang akhirnya mereka melarangku untuk kost dan memintaku untuk tinggal
bersamanya. Setelah aku timbang-timbang dan juga atas permintaan Ayah
(almarhum), akhirnya aku pindah ke Billymoon untuk tinggal bersama
mereka. Waktu itu alasan kenapa aku mau pindah, karna aku selalu merasa
kesepian di kost setiap hari libur tiba. Maklumlah.., kan baru di
Jakarta, belum kenal banyak teman, belum tau jalan, jadi ya gitu...:)
Kurang lebih 1 tahun aku tinggal di rumah itu bersama mereka, Eyang
kakungku, Eyang putri sama 2 orang anaknya. Mereka sudah kuanggap
seperti keluargaku sendiri. Kuanggap Eyangku seperti orang tuaku
sendiri. Mereka sangat perhatian dan begitu menyayangiku. bahkan tak
pernah ada perbedaan dalam memperlakukanku dan memperlakukan putra
putrinya. Eyang putri sudah seperti ibuku sendiri. Meskipun aku
menyebutnya Eyang, tapi secara umur beliau juga masih seumuran dengan
ibu kandungku. Usia putrinya juga tidak terpaut jauh dari usiaku, jadi
beliau sangat paham bagaimana harus memperlakukanku. Beliau pun
mengerti apa yang aku suka, apa yang kurang aku suka, mulai dari
makanan2 favoritku, kebiasaan dan hobiku, sampai model baju dan
asesoris2 wanita apa yang aku sukai. Kita sama-sama hobi bereksperimen
di dapur, jadi karna itulah kami juga klop :). Sejak aku
kuliah lagi, akhirnya aku pisah dengan mereka, aku kembali jadi anak
kost seperti dulu lagi. Namun, seminggu sekali aku selalu menelponnya
dan hampir 2 minggu sekali aku pulang ke rumah itu. Beliau pun selalu
marah ketika aku kelamaan tidak menghubunginya. Beliau selalu bilang
kehilangan anak kalo aku tak nongol, hihihi... Adalagi seorang ibu yang begitu ramah, baik, perhatian seperti ibuku dalam meperlakukanku selama ini. Bu Ely namanya.. Bu
Ely adalah tetanggaku di Pelitur Raya, komplek perumahan dimana
kantorku berdomisili. Bu Ely dianggap sebagai sesepuh untuk kami.
Beliaulah yang dulu pertama kali mendatangi kita ketika kita baru saja
pindahan. Hingga saat ini, ketika kami ada masalah mengenai urusan
rumah / kantor kami, ke ibu itulah kami meminta saran dan pendapat. Beliau
punya 2 putri yang usianya ga jauh dari usiaku. Mereka menyebutku
kakak, karna memang usiaku lebih tua dari mereka. Mereka juga suka
menghampiriku di kantor ketika butuh bantuan ataupun hanya sekedar
mencari temen sharing. Ketika aku jalan menuju dan meninggalkan
kantor, si ibu selalu memanggil2ku, menanyakan kabarku hari itu dan
berpesan supaya aku selalu hati2 dan jaga kesehatanku. Makanan pun sering beliau antarkan untukku dan juga untuk temen2ku.. Aku jadi merasa kalo beliau sungguh sangat memprhatikanku.. :)
Belum lama aku kenal mereka.., mungkin baru 1 1/2 bulan aku
mengenal Bu Ely, tapi aku merasa begitu akrab dan dekat dengannya. Ketika
aku ketemu dan bincang2 dengan ibu itu, aku pun merasa seperti lagi
bertemu dan ngobrol dengan ibu kandungku sendiri. Jadi..,meskipun jauh,
aku tak bisa melihat dan bertemu dengan ibu, tapi rasa rindu yang
kadang aku rasakan masih bisa sedikit terobati melalui orang-orang itu.
Bahagia dan senang rasanya..., ketika kita bisa bertemu dengan
orang-orang yang begitu baik, sayang dan perhatian kepada kita. Iya
kan..?
Posted at 12:42 pm by Nanda
Permalink
Tuesday, October 03, 2006
Alhamdulillah wa syukurillah
Alhamdulillah…,aku
ucapkan rasa syukurku atas sebuah karunia yang telah Allah berikan untukku.
Akhirnya…., masa perjuangan selesai sudah. Dua tahun aku jalani dengan penuh
perjuangan dan kerja keras. Selama 2 tahun aku belajar gimana memanage waktuku
untuk bekerja, belajar, bermain dan lain sebagainya. Hampir setiap hari
rutinitasku aku jalani gitu-gitu saja, dari pagi sampe sore aku harus bekerja,
usai kerja aku harus kuliah sampe malam, sabtu minggu kadangkala ga bisa main kesana
kemari hanya karna tugas-tugas kuliahku. Pokoknya lumayan seru lah, tapi
akhirnya rasa lega dan kepuasan batin pun aku dapatkan. Hari Jum’at tanggal 29
September 2006, aku telah dinyatakan lulus. Ya Allah Ya Tuhan, terima kasih
atas semuanya, akhirnya aku bisa menyelesaikan studyku dengan baik, meskipun
banyak sekali gangguan, godaan dan rintangan yang sempat membuatku sedikit tak
karuan, tapi aku bahagia karna ternyata aku bisa berjalan sampai pada garis
finish. J
Masa
pengerjaan tugas akhir adalah masa yang lumayan berat aku jalani, karna aku
harus melawan rasa malasku yang terus-terusan datang menghampiriku, belum lagi
waktu itu ketambahan rasa duka yang terus menerus menjangkitiku, bahkan sempat
membuatku sedikit down, tapi tak lama dari itu aku bisa bangkit lagi demi suatu
harapan, cita, dan cintaku.
Tentunya semua itu bisa tercapai tanpa
lepas dari bantuan dan keterlibatan orang lain di dalamnya. Khusus untuk
adik2ku tersayang, terima kasih ya, kalian selalu menjadi penyemangat paling
besar untukku, dengan keberadaan kalianlah yang selalu membuatku lebih
termotivasi. Dan untuk Ibu tercinta, terima kasih atas segala do’a yang engkau
berikan kepada anakmu ini. Dan buat alm. Ayah tercinta, makasih atas semua
warisan yang telah engkau tinggalkan
buat anakmu ini, pesan dan nasehat-nasehat darimu kan selalu aku pegang
dan kan terus aku jalankan. Engkaulah yang selalu mengajariku untuk selalu
berikhtiar dan bekerja keras. Buat Mba Syasya “kakak & sekaligus teman
terbaikku”, makasih yang tak terhingga atas segala bantuan dan dukungannya
selama ini, dirimulah yang selalu setia dan sedia setiap saat ketika aku
membutuhkan segala bantuan apapun. Buat Sinta, temen seperjuanganku dari dulu
sejak di Bandung hingga sekarang meski kita terpisah jarak, namun kita masih
selalu saling support yang akhirnya kita pun bisa menyelesaikan study
bersama-sama lagi.
Dan tak lupa buat seseorang, aku ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
atas segala pencerahan dan inspirasi-inspirasinya yang selama ini selalu engkau
berikan kepadaku.Dan buat semua teman-teman dan sodaraku, makasih ya atas
support dan segala bantuannya.
Satu
tahap telah usai aku lewati, kuberharap smoga ini akan menjadi suatu langkah
baru lagi untukku dalam menjalani kehidupan selanjutnya. Ya Allah, semoga
Engkau memberikan segala kemudahan untukku supaya aku bisa mewujudkan semua
harapan keluargaku. Amin....
Posted at 01:06 pm by Nanda
Permalink
Tuesday, September 12, 2006
Mau berbagi nih..., terutama buat kalian-kalian para wanita, tapi yang lain juga boleh baca kok :). Sebenernya sih ini adalah pengalaman pribadiku, ceritanya cukup lucu tapi ada sisi baik yang bisa aku ambil. Tempo hari, aku kan bertandang ke rumah temen di daerah Tanjung Priok, daerah ini cukup asing buatku karna jarang sekali aku jalan sampe ke daerah itu. Nah, waktu itu aku bertandang sampe malam, jam 7 malam aku baru bisa pamitan, habisnya kita keasikan ngoprek program sih, padahal dah dari pagi loh... Karna memang aku ga punya kendaraan, ya seperti biasa aku naik angkutan umum "metromini" , rada serem juga sih soalnya daerahnya sepi dan dah malem juga, trus di angkutan itu juga penumpangnya dikit, hampir smua cowok. Tiba-tiba, ada laki-laki setengah baya langsung duduk disampingku, tuh orang masih berseragam, kayaknya sih baru pulang kerja gitu. Begitu dia duduk, tiba-tiba kok langsung mengajakku ngobrol, ya jelas lah aku langsung pasang muka jaim, cuek, dan ga mau bertatap muka dengannya meski dia mengajakku bicara, aku hanya menjawab smua pertanyaan dia sekedarnya saja, smua itu aku lakukan untuk jaga diri aja. Bukannya kita berprasangka buruk sama orang sih, tapi kan untuk waspada saja, kita kan wanita, dan tau sendiri bahwa di angkutan umum tuh suka banyak orang yang mau berbuat jahat. So.., WASPADA aja. Si laki-laki itu ternyata banyak omong juga, nanya-nanya aku darimana, trus kuliah dimana "memangnya aku kayak anak kuliahan ya? :D", mo pulang kemana, di Jakarta tinggal sama sapa. Hmmm…,seabrek pertanyaan dia lontarkan kepadaku, dan smua itu pun aku jawab baik2 meski ada rasa takut. Mungkin dia juga ngerasa kali kalo aku kok jutek gitu "padahal kan kalo jutek tuh, bukan aku banget J ". Nah dia nanya2, aku tinggal dimana, sama sapa, dll gitu….mulai deh aku bohong dikit *hihihi*, kayak gini nih sebagian perbincangan kami Laki-laki itu Dari mana mba? Pulang kuliah ya? Udah bayar belum? Ini pake uang ini aja. Aku Makasih Pak, saya sudah bayar. Saya dari rumah temen. Laki-laki itu Turun dimana mba? Aku Galur Laki-laki itu Masih jauh dong ya..? Aku Ya.., lumayanlah Pak. Laki-laki itu jangan panggil Pak dong. *idih…..* Aku *udah mulai ga enak ati, pengen cepet2 turun dari tuh angkutan* Laki-laki itu Asli mana mba? Jakarta ya? Disini tinggal sama
keluarga? Aku Bukan Pak, saya dari Ja-Teng kok, disini tinggal sama suami *hihihihi.,maaf ya bohong, ini demi jaga diri kok* Laki-laki itu Oh gitu..? Trus sudah punya buah hati belum? Udah berapa lama menikah? Aku Oh, belum, kami sudah hampir 2 tahun menikah *maaf..,bohong lagi* Bla..bla..bla….. Itulah potongan pembicaraanku sama dia, aku lakukan itu karna aku merasa udah ada gelagat-gelagat dia yang ga enak gitu sih, n aku tuh paling risih juga kalo di angkutan umum ada orang yang sok akrab gitu, habis gimana ya, dulu dah berkali2 kejadian ga bener sih, n awalnya selalu kayak gitu. Setelah aku bilang kalo aku sudah bersuami, dia langsung menjaga omongannya *bener kan dugaanku*. Malah dia nanya2 soal bisnis berbisnis, dan ujung2nya aku sempat mempromosikan produk andalan dari kantor dimana aku bekerja *hihihihi*, lha ternyata tuh orang nggak gaptek juga tuh, ternyata dia ngerti tentang teknologi, komputer, mesin, dan tetarik dengan bidang yang aku geluti sekarang ini. Dan yang paling lucu, setelah kita ngobrol kok ternyata nyambung, dan karna dia juga tertarik dengan Bisnisnya Daun Biru *tempat dimana aku bekerja*, pas dia minta no telp ku , malah aku kasih kartu nama saja deh, biar sekalian kalo memang suatu saat ada job kan lumayan tuh *hihihihi* . Sekali lagi..,maaf ya Pak kalo awalnya saya bohong, soalnya itu demi kebaikan saya, bukan bermaksud saya berprasangka buruk sama Bapak :D. Akhirnya, orang itu pun turun lebih dulu daripada aku. Sepanjang jalan di angkutan itu, aku hanya bisa senyum2 sendiri, habis lucu banget sih..,kok bisa gitu lho? Nah..,dari sini aku bisa narik suatu kesimpulan bahwa : - Berbohong demi kebaikan itu penting, demi jaga keselamatan kita, maklum, kita kan wanita.
- Dimana pun dan kapan pun harus tetep waspada, apalagi di angkutan umum. Kalo kita ketemu orang baik sih ga masalah, tapi masalanya kalo ternyata orang yang kita temui itu adalah bukan orang baik-baik.
- Jangan mudah berprasangka buruk sama orang ya?
- Ternyata penampilan itu kadang suka menipu.
Posted at 05:46 pm by Nanda
Permalink
Thursday, August 24, 2006
Bulan ini liburan cukup panjang,kayak musim lebaran ya? Bayangin aja deh, 6 hari waktuku kuhabiskan bersama keluarga di kampung halaman. Liburan hari I "Hari Kamis, 17 Agt '06" Sampe stasiun Tugu sekitar jam 6 pagi, si adik dah jemput, langsung deh ngacir naik sepeda motor menuju Magelang, di jalan sempet mampir ke toko kue buat beli oleh2. Begitu sampe rumah, langsung nemuin Ibu dan smua keluarga yang ada di rumah, abis itu langsung sarapan, trus dll...,tiduran bentar karna di kreta semalaman ga bisa tidur karna saking ramenya. Jam 1 an pergi ke Jogja, pulang2 ternyata udah jam 9 malam, ck..ck..ck.. Liburan hari II "Hari Jum'at, 18 Agt '06" Pagi2 beres2 rumah, jam 10 pergi, niatnya mo ngurusin asuransi alm.Bapak tapi ternyata waktunya ga cukup karna jam 12 udah harus kondangan. Yah...,akhirnya keluar cuma ambil KTP sama maem bakso, hihihi... Nah..,begitu dah jam 12, siap2 deh mo kondangan, aku ma adik langsung cabut ditemenin si mio menuju rumah Bunda Mirza, trs pergi kondangan bareng2 with her family. Ternyata hari itu tidak hanya kondangan aja lho..,karna kita juga ada kopdar sama temen2 milis Magelang, karna memang kebetulan yang menikah adalah salah satu member milis. Lumayan meriahlah, karna bisa ketemu temen2. Selepas kondangan, mampir lagi ke rumah Bunda Mirza jemput si mio,dan ternyata ban-nya si mio bocor,terpaksa deh nambal dulu, dan untungnya ada Om Safi yang dengan senang hati mau nambalin ban-nya si mio, *makasih ya Om...* Hari itu, sampe rumah jam 6, langsung deh sholat Maghrib, belom sempet ngapa2in, si Ibu sudah minta anter ke Jogja buat besuk tentangga di RS Sardjito. Jam 1/2 7, langsung deh brangkat dengan 2 motor menuju Jogja *hihihi...,cewek2 smua, malam2 ngacir naik motor pula*. Padahal ya, jarak Rumahku ke Jogja tuh paling cepet ditempuh makan waktu 45 menit, itu kalo rada ngebut. Sepanjang jalan, ngerasain banget angin malam yang begitu dingin. Jam 9 malam, kami sudah sampe rumah lagi, soalnya memang ga kemana2 lagi selain ke RS,lagian dah malem, capek,pengen cepet2 tidur...*zzzzz*. Liburan hari III "Hari Sabtu, 19 Agt '06" Biasa lah...,kalo di rumah mah pagi2 mesti beres2 rumah, mulai dari beres2 kamar, nyapu halaman,nyiram tanaman dll lah... Sekitar jam 10-an aku dapet sms kalo ternyata Bank BPD tuh hari Sabtu buka tapi cuman sampe jam 12 siang *haduh..,telat deh*. Wah,tanpa basa basi lagi, langsung deh aku neriakin adik supaya cepet siap2 trs kita melaju ke Magelang. Jam 1/2 11 kita jalan, sampe BPD Magelang jam 1/2 12, begitu markirin si mio, Pak Satpam langsung menayap kami "Mba, kas nya dah tutup tuh, dari jam 1/2 11 tadi, ntar Selasa aja balik lagi". Waduh..,dengan muka kecewa, langsung deh sama si adik ninggalin tuh tempat parkir. Ternyata kita salah info neh, apa gara2 mau ada karnaval yah,soalnya jalanan situ bentar lagi mo ditutup karna mo ada karnaval. ya sudah deh..,akhirnya aku mampir ke Natasha,niatnya mo periksa wajah,tapi kok pasiennya banyak banget yang antri *mikir*.Akhirnya daftar aja dulu,tapi abis itu ditinggal soalnya dah disamperin Mas Ci ma Erik. Kita makan siang si Es Eny,abis itu jalan2 ke Pasar Rejowinangun buat nyari kado baby, trsu dilanjutin ke Karisma buat nyari mainan si Ilham alias keponakan,tapi ga nemu juga,akhirnya malah nemu di toko perkadoan gitu :D. Setelah smua dapet, akhirnya berpisah deh sama Mas Ci.... Perjalanan menuju rumah, mampir dulu ke rumah Budhe buat belanja material kebutuhan renov rumah. Pas sampe rumah, tau2 jam 5 sore..., ada sms kalo mesti nengok baby sore itu juga. Langsung dah, bungkus kado, mandi, ganti baju, jalan lagi menuju rumah temen. Disana kami malah reuni SMA, hihihihi.. Ngobrol sana sini, jam 1/2 8 pulang, sebelum ke rumah, mampir dulu beli buku titipan di adik, sampe rumah jam 8 mlm, dan ternyata buku yang kubeli salah *halah....* dan terpaksa keluar lagi nyari buku lagi, begitu sampe toko buku udah tutup *huaaa..*, akhirnya malah beli kupat tahu, huehehehe... Pulang deh....*capek* Liburan hari IV "Hari Minggu, 20 Agt '06" Hari Minggu aku ngapain yah...*inget2 dulu* Oya, hampir seharian aku di rumah aja, tapi sore2 gitu nganter Ibu besuk sodara yang sakit, dan pulang2 sampe rumah udah jam 8 malem. Jadi hari itu bener2 di rumah buat beres2 dan bebenah rumah,soalnya lagi berantakan banget, kebetulan juga si tukang2nya lagi libur, jadi bisa bebas bersih2... Liburan hari V "Hari Senin, 20 Agt '06" Di hari ini aku kedatangan teman terbaikku si Ulis, jam 9 pagi dia udah sampe rumahku ditemenin si Crypton nya. Pagi amat sih Lis..... Wah, seneng deh, kita bisa ngobrol2 dan bertukar pikiran. Tak terasa obrolan kita sampe jam 1/2 5 sore. Si Ulis langsung pamit pulang, kita pun keluar bareng soalnya aku ma adik juga mo sekalian belanja alat2 listrik atas permintaan si Pak Tukang, hehehe.. Liburan hari VI "Hari Selasa, 21 Agt '06" Pagi2 dah siap2 mo ke BPD lagi buat ngurusin rekening sama asuransi. Jam 9 aku ma adik jalan, jam 10 sampe Magelang Kota, langsung nyari parkir, masuk BPD nemuin CS nya, nyerahin syarat2 utk utk penutupan rekening sama dokumen asuransi. Eh..,ternyata surat kuasa yang aku bikin masih kurang, katanya mesti ada tabda tangan Lurah segala. Ya sudah deh, kami langsung pulang buat ngelengkapin smua itu. Jam 11 smua beres, kami langsung jalan lagi menuju Magelang, sampe bank pas jam 12, untung ga ada istirahat,coba kalo istirahat, bisa2 aku dongkol lagi deh. Setelah urus sana urus sini, tepat jam 2 siang smuanya beres deh...,meski ntar aku mesti balik kesana lagi, tapi ntar ajalah kalo mudik bulan depan. Alhamdulillah...,satu urusan selesai, hati ini rasanya plong deh. Tinggal ngurusin pensiun alm.Bapak dan urusan2 rumah lainnya. Selama perjalanan pulang, kami mampir dulu di warung bakso buat makan siang,trus singgah tempat om buat sholat sama ngomongin banyak hal. Pulang2 sampe rumah udah jam 4 *haduh..*. Beres2 bentar, ngobrolin banyak hal n pesen2 dulu sama adik2 n Ibu, abis itu pamitan, cipika cipiki ma smuanya. Jam 1/2 6 langsung jalan menuju stasiun TUgu, ngebut abis deh soalnya kan kreta jalan jam 1/2 7. Begitu sampe Tugu,ternyata kreta dah siap mo jalan, aku ma adik langsung lari deh..,untung aja ga ketinggalan *alhamdulillah....*. Sampe2 sholat pun aku lakukan di kreta, hihihi... Hmmm.....,ternyata liburanku penuh dengan ini itu ya...? N sekarang aku mesti kembali lagi ke Jakarta dan bertemu lagi dengan semua pekerjaan yang seminggu sudah aku tinggalkan. Mulai lagi deh...
Posted at 04:53 pm by Nanda
Permalink
Thursday, August 10, 2006
Rindu Seseorang Yang Tak Boleh Dirindukan
Friend..,pernah ga sih kalian tuh merindukan seseorang yang sebenarnya
sudah ga mungkin banget untuk dirindukan, apalagi buat ketemu. Rasanya
kok sesak banget ya? Itu yang lagi aku rasain. Entah kenapa akhir-akhir
ini aku tuh merindukan sekali seseorang yang sudah ga mungkin sekali
aku temui, aku hanya bisa mengenangnya dan mengingat-ingat masa lalu
ketika dia masih ada. Ingin sekali rasaku buat menemuinya, kuingin
memeluknya, bersenda gurau bersamanya, berbincang-bincang tentang
cita-cita dan harapan, pokoknya banyak sekali lah.... Ya Allah..,obatilah rinduku ini
Posted at 06:36 pm by Nanda
Permalink
Tuesday, August 01, 2006
Lihatlah
langit begitu cerah, udaranya begitu segar, burung-burung pada
beterbangan dan bernyanyi riang, matahari pun tersenyum manis menatap
pagi ini. Bukankah kau sangat menyukai suasana itu? Suasana yang begitu
indah dan menyenangkan. Tapi kenapa ada kabut di matamu? Bukankah
seharusnya kabut itu tidak muncul di pagi ini? Seandainya
saja engkau memang membutuhkan teman berbagi, sinilah….datanglah
kemari, ku kan menjadi teman berbagi suka dan dukamu, berikanku
kepercayaan untuk itu. Aku
ingin melihatmu tersenyum kembali, aku ingin tawa dan candamu seperti
dulu. Tersenyumlah…, berbagilah denganku, tumpahkan semua luka,
kekecewaan dan kesedihanmu, agar semuanya segera berlalu. Hidup
memang tak selamanya indah, roda selalu berputar, hati selalu
diputarbalikkan. Bukankah kamu masih mengingat-NYA? DIA Yang Maha
Pengasih dan Penyayang? DIA yang selalu menemani dalam suka dukamu.
Percayalah.., DIA tak akan pernah meninggalkanmu, DIA selalu
disampingmu menemani memutarkan roda kehidupanmu. Karena
itu perempuanku, saat hatimu terluka, atau saat hidupmu terasa sempit,
aku tahu kau mengerti bagaimana menghadapi luka, bagaimana cara
menyikapi kesempitan, meski saat ini kau merasa terpuruk, merasa
sendiri, merasa tak ada yang peduli, tak ingatkah kau? Bahwa DIA selalu
bersamamu.
Ayolah perempuanku, saatnya kini untuk bangkit, untuk berjuang melawan
kesempitan, saatnya kembali tersenyum ketika pagi tiba, saatnya kembali
memulai hari dengan semangat. Biarkan luka itu menempa dirimu menjadi
kuat, menjadi tegar dan menjadi tangguh .
Posted at 06:23 pm by Nanda
Permalink
Friday, July 21, 2006
Kebahagiaan datang kepada mereka yang memberikan
cintanya secara bebas, yang tidak meminta orang lain mencintai mereka terlebih
dahulu. Bermurah hatilah seperti mentari yang memancarkan sinarnya tanpa
terlebih dahulu bertanya apakah orang-orang patut menerima
kehangatannya.
Posted at 05:57 pm by Nanda
Permalink
Wednesday, July 05, 2006
I feel so bad.............................................. I don't know what I have to do................. I need someone, but ................................
Posted at 04:56 pm by Nanda
Permalink
Tuesday, June 27, 2006
Apa sih yang membuatku bahagia saat ini ? Apa sih yang membuatku bisa bertahan hingga sekarang ini? Itulah
pertanyaan yang akhir-akhir ini berputar dalam benak dan pikiranku.
Dengan pelan aku mencoba untuk mencari jawaban atas
pertanyaan-pertanyaan itu. Mungkin
saat ini baru terasa kalo aku telah memiliki penyemangat hidup, yang
selalu bisa membuatku lebih kuat, semangat dan optimis dalam
menghadapi segala tantangan kehidupan. Ketika aku ingat akan ayah
(alm), ibu dan sodara-sodara kecilku, serta orang lain yang sangat aku
cintai rasanya semangat untuk selalu maju, berkembang dan tetap
bertahan itu semakin besar, yang mungkin tadinya sempat layu, namun
dengan keberadaan mereka telah membuat sesuatu yang layu itu menjadi
bersemi kembali. Ya Allah..., terima kasih Engkau telah memberikanku "anugerah terindah"
dalam hidupku saat ini. Kau karuniai aku sodara-sodara kecil yang
begitu kuat, tegar dan penuh semangat, meskipun dalam keadaan yang
sangat membutuhkan perjuangan dan kerja keras. Ada seorang ibu yang
sangat lembut, penuh kasih sayang dan tetap selalu tegar dalam
menghadapi segala masalah kehidupannya. Kau berikanku "seorang teman"
yang begitu baik dan penuh karakter yang tak pernah hentinya selalu
mengajarkan & mengarahkanku untuk menjadi wanita kuat dan
berkembang. Dan Engkau juga ciptakan suatu lingkungan yang begitu
kondusif untukku dilengkapi dengan begitu banyaknya sahabat dan sodara
yang begitu menyayangiku.
Posted at 09:26 am by Nanda
Permalink
|
|