Ibu-ibu yang kuanggap seperti ibuku sendiri
Ibu...,
kadang hatiku terasa bergetar ketika mendengar kata itu. Hal ini
mungkin disebabkan karna betapa dekatnya hatiku dengan hatinya. Dialah
orang yang melahirkanku, yang merawat dan membesarkanku hingga seperti
sekarang ini.
Saat ini aku ada di rantau, di kota orang yang lumayan jauh dari kampung halamanku.
Ibu
dan saudara-saudaraku pun tinggal di kampung. Namun hampir setiap hari
aku berkomunikasi dengannya meskipun hanya lewat telepon.
Perasaan
sedih, kangen, rindu, itu sangat sering aku rasakan. Ingin rasanya
kuselalu ada disampingnya. Tapi kan ternyata nggak bisa seperti, karna
aku harus bekerja demi beliau dan mereka "saudara2ku".
Pertama kali
aku datang ke kota ini "Jakarta", aku nggak tau apa-apa, nggak kenal
sapa-sapa. Orang yang petama kali membantuku untuk masuk kota ini dan
akhirya aku bisa bertahan disini adalah seseorang yang sudah kuanggap
seperti kakakku sendiri, yaitu Mba Sya Sya. Dialah yang dulu jemput aku
di stasiun, ngasih tumpangan untuk tidur "yang saat itu masih kost di
Kampung Bali", trus jadi temen kesana kemari, yang akhirnya akupun
dapat kamar satu kost bersama dia.
Sekitar 1 bulan aku di
Jakarta, ada salah satu saudara dari pihak ibu (secara hubungan darah
aku memanggilnya Eyang) yang mengetahui kalo aku berada di Jakarta,
yang akhirnya mereka melarangku untuk kost dan memintaku untuk tinggal
bersamanya. Setelah aku timbang-timbang dan juga atas permintaan Ayah
(almarhum), akhirnya aku pindah ke Billymoon untuk tinggal bersama
mereka. Waktu itu alasan kenapa aku mau pindah, karna aku selalu merasa
kesepian di kost setiap hari libur tiba. Maklumlah.., kan baru di
Jakarta, belum kenal banyak teman, belum tau jalan, jadi ya gitu...:)
Kurang lebih 1 tahun aku tinggal di rumah itu bersama mereka, Eyang
kakungku, Eyang putri sama 2 orang anaknya. Mereka sudah kuanggap
seperti keluargaku sendiri. Kuanggap Eyangku seperti orang tuaku
sendiri. Mereka sangat perhatian dan begitu menyayangiku. bahkan tak
pernah ada perbedaan dalam memperlakukanku dan memperlakukan putra
putrinya. Eyang putri sudah seperti ibuku sendiri. Meskipun aku
menyebutnya Eyang, tapi secara umur beliau juga masih seumuran dengan
ibu kandungku. Usia putrinya juga tidak terpaut jauh dari usiaku, jadi
beliau sangat paham bagaimana harus memperlakukanku.
Beliau pun
mengerti apa yang aku suka, apa yang kurang aku suka, mulai dari
makanan2 favoritku, kebiasaan dan hobiku, sampai model baju dan
asesoris2 wanita apa yang aku sukai. Kita sama-sama hobi bereksperimen
di dapur, jadi karna itulah kami juga klop :).
Sejak aku
kuliah lagi, akhirnya aku pisah dengan mereka, aku kembali jadi anak
kost seperti dulu lagi. Namun, seminggu sekali aku selalu menelponnya
dan hampir 2 minggu sekali aku pulang ke rumah itu. Beliau pun selalu
marah ketika aku kelamaan tidak menghubunginya. Beliau selalu bilang
kehilangan anak kalo aku tak nongol, hihihi...
Adalagi seorang ibu yang begitu ramah, baik, perhatian seperti ibuku dalam meperlakukanku selama ini. Bu Ely namanya..
Bu
Ely adalah tetanggaku di Pelitur Raya, komplek perumahan dimana
kantorku berdomisili. Bu Ely dianggap sebagai sesepuh untuk kami.
Beliaulah yang dulu pertama kali mendatangi kita ketika kita baru saja
pindahan. Hingga saat ini, ketika kami ada masalah mengenai urusan
rumah / kantor kami, ke ibu itulah kami meminta saran dan pendapat.
Beliau
punya 2 putri yang usianya ga jauh dari usiaku. Mereka menyebutku
kakak, karna memang usiaku lebih tua dari mereka. Mereka juga suka
menghampiriku di kantor ketika butuh bantuan ataupun hanya sekedar
mencari temen sharing.
Ketika aku jalan menuju dan meninggalkan
kantor, si ibu selalu memanggil2ku, menanyakan kabarku hari itu dan
berpesan supaya aku selalu hati2 dan jaga kesehatanku.
Makanan pun sering beliau antarkan untukku dan juga untuk temen2ku..
Aku jadi merasa kalo beliau sungguh sangat memprhatikanku.. :)
Belum lama aku kenal mereka.., mungkin baru 1 1/2 bulan aku
mengenal Bu Ely, tapi aku merasa begitu akrab dan dekat dengannya.
Ketika
aku ketemu dan bincang2 dengan ibu itu, aku pun merasa seperti lagi
bertemu dan ngobrol dengan ibu kandungku sendiri. Jadi..,meskipun jauh,
aku tak bisa melihat dan bertemu dengan ibu, tapi rasa rindu yang
kadang aku rasakan masih bisa sedikit terobati melalui orang-orang itu.
Bahagia dan senang rasanya..., ketika kita bisa bertemu dengan
orang-orang yang begitu baik, sayang dan perhatian kepada kita. Iya
kan..?
Posted at 12:42 pm by Nanda