Entry: Ibu-ibu yang kuanggap seperti ibuku sendiri Friday, December 08, 2006



        Ibu..., kadang hatiku terasa bergetar ketika mendengar kata itu. Hal ini mungkin disebabkan karna betapa dekatnya hatiku dengan hatinya. Dialah orang yang melahirkanku, yang merawat dan membesarkanku hingga seperti sekarang ini.
Saat ini aku ada di rantau, di kota orang yang lumayan jauh dari kampung halamanku.
Ibu dan saudara-saudaraku pun tinggal di kampung. Namun hampir setiap hari aku berkomunikasi dengannya meskipun hanya lewat telepon.
Perasaan sedih, kangen, rindu, itu sangat sering aku rasakan. Ingin rasanya kuselalu ada disampingnya. Tapi kan ternyata nggak bisa seperti, karna aku harus bekerja demi beliau dan mereka "saudara2ku".
Pertama kali aku datang ke kota ini "Jakarta", aku nggak tau apa-apa, nggak kenal sapa-sapa. Orang yang petama kali membantuku untuk masuk kota ini dan akhirya aku bisa bertahan disini adalah seseorang yang sudah kuanggap seperti kakakku sendiri, yaitu Mba Sya Sya. Dialah yang dulu jemput aku di stasiun, ngasih tumpangan untuk tidur "yang saat itu masih kost di Kampung Bali", trus jadi temen kesana kemari, yang akhirnya akupun dapat kamar satu kost bersama dia.
        Sekitar 1 bulan aku di Jakarta, ada salah satu saudara dari pihak ibu (secara hubungan darah aku memanggilnya Eyang) yang mengetahui kalo aku berada di Jakarta, yang akhirnya mereka melarangku untuk kost dan memintaku untuk tinggal bersamanya. Setelah aku timbang-timbang dan juga atas permintaan Ayah (almarhum), akhirnya aku pindah ke Billymoon untuk tinggal bersama mereka. Waktu itu alasan kenapa aku mau pindah, karna aku selalu merasa kesepian di kost setiap hari libur tiba. Maklumlah.., kan baru di Jakarta, belum kenal banyak teman, belum tau jalan, jadi ya gitu...:)
Kurang lebih 1 tahun aku tinggal di rumah itu bersama mereka, Eyang kakungku, Eyang putri sama 2 orang anaknya. Mereka sudah kuanggap seperti keluargaku sendiri. Kuanggap Eyangku seperti orang tuaku sendiri. Mereka sangat perhatian dan begitu menyayangiku. bahkan tak pernah ada perbedaan dalam memperlakukanku dan memperlakukan putra putrinya. Eyang putri sudah seperti ibuku sendiri. Meskipun aku menyebutnya Eyang, tapi secara umur beliau juga masih seumuran dengan ibu kandungku. Usia putrinya juga tidak terpaut jauh dari usiaku, jadi beliau sangat paham bagaimana harus memperlakukanku.
Beliau pun mengerti apa yang aku suka, apa yang kurang aku suka, mulai dari makanan2 favoritku, kebiasaan dan hobiku, sampai model baju dan asesoris2 wanita apa yang aku sukai. Kita sama-sama hobi bereksperimen di dapur, jadi karna itulah kami juga klop :).
        Sejak aku kuliah lagi, akhirnya aku pisah dengan mereka, aku kembali jadi anak kost seperti dulu lagi. Namun, seminggu sekali aku selalu menelponnya dan hampir 2 minggu sekali aku pulang ke rumah itu. Beliau pun selalu marah ketika aku kelamaan tidak menghubunginya. Beliau selalu bilang kehilangan anak kalo aku tak nongol, hihihi...
        Adalagi seorang ibu yang begitu ramah, baik, perhatian seperti ibuku dalam meperlakukanku selama ini. Bu Ely namanya..
Bu Ely adalah tetanggaku di Pelitur Raya, komplek perumahan dimana kantorku berdomisili. Bu Ely dianggap sebagai sesepuh untuk kami. Beliaulah yang dulu pertama kali mendatangi kita ketika kita baru saja pindahan. Hingga saat ini, ketika kami ada masalah mengenai urusan rumah / kantor kami, ke ibu itulah kami meminta saran dan pendapat.
Beliau punya 2 putri yang usianya ga jauh dari usiaku. Mereka menyebutku kakak, karna memang usiaku lebih tua dari mereka. Mereka juga suka menghampiriku di kantor ketika butuh bantuan ataupun hanya sekedar mencari temen sharing.
Ketika aku jalan menuju dan meninggalkan kantor, si ibu selalu memanggil2ku, menanyakan kabarku hari itu dan berpesan supaya aku selalu hati2 dan jaga kesehatanku.
Makanan pun sering beliau antarkan untukku dan juga untuk temen2ku..
Aku jadi merasa kalo beliau sungguh sangat memprhatikanku.. :)
        Belum lama aku kenal mereka.., mungkin baru 1 1/2 bulan aku mengenal Bu Ely, tapi aku merasa begitu akrab dan dekat dengannya.
Ketika aku ketemu dan bincang2 dengan ibu itu, aku pun merasa seperti lagi bertemu dan ngobrol dengan ibu kandungku sendiri. Jadi..,meskipun jauh, aku tak bisa melihat dan bertemu dengan ibu, tapi rasa rindu yang kadang aku rasakan masih bisa sedikit terobati melalui orang-orang itu.
Bahagia dan senang rasanya..., ketika kita bisa bertemu dengan orang-orang yang begitu baik, sayang dan perhatian kepada kita. Iya kan..?

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments